CEO Exchange- Marketing Class E39

Based on CEO Exchange, CBS & MGM – Marketing Management Class Discussion

Dian Wahyuni K. Bali

Post Graduate student of MB-IPB Class of E39

Dari hasil diskusi kelompok mengenai film CEO Exchange (CBS & MGM CEO) terdapat konsep marketing dan kalimat inspiratif sebagai berikut:

Konsep Pemasaran dari Tayangan CEO Exchange :

  1. Segmentasi  (perluasan segmentasi dari lansia kecakupan yang lebih luas) à Program SURVIVAL, CBS News, MTV
  2. Identifikasi kompetitor à Tivo
  3. Perbaikan berkesinambungan terhadap metoda pemasaran à memasukkan promosi ke dalam program acara
  4. Growth merger à memperluas pangsa pasar dengan merger
  5. Protect product à
  6. Pemasaran berbasis teknologi à penggunaan internet untuk saluran distribusi, menggunakan video on demand
  7. Mengenali keinginan/perilaku konsumen à menganalisa program yang menarik bagi konsumen
  8. Membuat diferensiasi produk dengan low cost production dan premium production.
  9. Membangun nilai budaya perusahaan untuk meningkatkan loyalitas konsumen.
  10. Pengambilan keputusan berdasarkan diskusi kelompok.
  11. Menyadari bahwa Hollywood adalah tempat yang potesial untuk bisnis hiburan.

Kalimat  Inspiratif :

“Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, kita harus membuat suatu pencapaian dalam hidup”

Dan

“Bagaimana Mengubah Rasa Takut Menjadi suatu Dorongan Untuk Berkarya”

Posted in Uncategorized | Comments Off on CEO Exchange- Marketing Class E39

JAWABAN PERTANYAAN KELOMPOK 1-E39

Dian Wahyuni K. Bali

Post Graduated Student of  MB-IPB Class of 39E

Based on Marketing Management Class Discussion

Marketing Class Of Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, MSc

  1. Pertanyaan dari Sugandhi Putra Ginting :

Apakah yang dilakukan oleh management ITC Mall Depok yang mengharuskan konsumen untuk berkeliling untuk mencapai eskalator dapat dikategorikan sebagai suatu proses shaping?

Jawaban:

Shaping ialah suatu proses dimana konsumen diarahkan untuk mendatangi mal sebelum mereka melakukan perilaku yang diharapkan produsen (Sumarwan, 2002). Dalam hal ini penempatan eskalator bukan merupakan proses untuk mendatangkan konsumen ke mal. Akan tetapi penempatan eskalator merupakan suatu traffic management yang dimaksudkan agar pengunjung dapat melihat seluruh etalase mal.

2. Pertanyaan dari Fina Fitriana :

Apa strategi dan kiat-kiat  untuk model operasi diferensiasi produk agar tetap dapat menguasai pasar ?

Jawaban :

Model operasi bisnis yang dapat menghasilkan keunggulan diferensiasi dapat dibuat dengan melakukan analisis pelanggan dan strategi kompetitor, melakukan suatu analisis apa yang diinginkan konsumen, siapa konsumen kita, apa yang mereka butuhkan, bagaimana mereka melaksanakan dan bagaimana mereka mereka membuat keputusan. Sedangkan pada strategi kompetitor kita mengetahui  siapa kompetitor  kita, apa strategi mereka, dan apa yang menjadi opportunity buat kita.

Untuk itu dapat dikembangkan beberapa hal sebagai berikut :

  • Customer benefit (Manfaat pelanggan), jadi differensiasi harus meningkatkan kinerja dan pengalaman pelanggan .
  • Keunikan, pelanggan harus mempersepsikan keunggulan yang mereka dapatkan berbeda dari yang ditawarkan oleh pesaing.
  • Profitable (Keuntungan), Perusahaan harus dapat memproduksi produk atau servis dengan harga, biaya dan struktur volume yang membuat produk menghasilkan keuntungan.
  • Sustainable (keberlanjutan), Keunggulan yang sulit ditiru oleh pesaing karena ada hambatan untuk masuk baik dari sisi ketrampilan, skala ekonomi, merek atau hak paten, atau pula mencegah perbedaan tersebut mudah dirusak.

3. Pertanyaan dari Nanda Mia :

Berikan contoh kasus kerugian yang yang dialami oleh suatu perusahaan akibat regulasi pemerintah dalam diskriminasi harga.

Jawaban :

Kerugian yang dialami oleh suatu perusahaan akibat regulasi pemerintah dalam diskriminasi harga dapat dilihat pada PLN yang membagi (segmenting) konsumennya berdasarkan tujuan penggunaan listrik.  Segmenting tersebut dilakukan dengan penetapan Tarif Dasar Listrik (TDL) untuk keperluan sosial, rumah tangga, bisnis, industri, kantor pemerintah, dan penerangan jalan. Diskriminasi tersebut mengakibatkan PLN sebagai perusahaan yang menguasai hajat hidup orang banyak tidak bisa melakukan maksimisasi profit karena penentuan harga yang dilakukan berdasar kebijakan pemerintah.

4. Pertanyaan dari Galih :

Strategi apa yang dapat dilakukan untuk dapat meminimalisir akibat dari faktor-faktor yang membatasi pencapaian pasar potensial.

Jawaban :

Strategi yang dapat dilakukan mengatasi faktor-faktor yang dapat membatasi pencapaian pasar potensial. Faktor-faktor yang perlu diatasi tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Faktor Kepedulian :

Dalam prinsip ekonomi tentang kebebasan konsumen menyatakan bahwa konsumen sendirilah yang membuat keputusan terbaik tentang bagaimana ia membelanjakan uangnya. Hal ini berarti peran konsumen menjadi suatu hal yang esensial. Konsumen mengambil keputusan pembelian berdasarkan pengetahuan yang penuh atas biaya dan manfaat dari keputusan yang diambil, (Sarah Barber et al, LDFEUI, 2008). Termasuk dalam hal ini adalah kepedulian konsumen atas dampak yang akan ditimbulkan dari hasil mengonsumsi produk terhadap lingkungan sekitar. Akibatnya konsumen peduli lingkungan menjadi tren baru di pasar karena konsumen semakin cerdas, sadar akan hak dan kewajibannya. Di era perdagangan masa kini, makin banyak konsumen memilih suatu produk tidak hanya berdasar pada kualitas dan harga semata, namun juga telah merambah pada tanggung jawab sosial dan lingkungan pasca konsumsi. Konsumen yang mulai memiliki kepedulian pada lingkungan akan melakukan perubahan dengan memilih produk-produk ramah lingkungan. Produk yang masuk kategori ramah lingkungan (produk hijau) tersebut merupakan produk yang berwawasan lingkungan atau produk yang tidak membawa dampak besar pada pencemaran lingkungan.

Untuk itu perlunya meningkatkan pemahaman lingkungan dari seluruh masyarakat konsumen. Dengan pemahaman tersebut, masyarakat konsumen Indonesia akan lebih menyadari pentingnya produk ramah lingkungan dan rela membayar lebih untuk itu. Kesadaran konsumen terhadap lingkungan secara tidak langsung akan memengaruhi komitmen konsumen untuk mempertimbangkan produk ramah lingkungan sebagai alternatif pilihan konsumsi mereka. Keputusan individu konsumen mengonsumsi produk ramah lingkungan ini, akan berpengaruh pada masyarakat di sekitarnya untuk melakukan hal yang sama. Ibarat menjatuhkan kerikil di dalam kolam, gelombang lingkaran itu akan semakin besar sampai ketepian. Tanggung jawab sosial konsumen dalam mengonsumsi produk pasti akan berpendar pada lingkungan tempat tinggal. Dan hal ini akan sedikit banyak berkontribusi pada kelestarian lingkungan sekeliling. Jadi, tanggung jawab sosial konsumen memang menjadi hal yang tak mungkin dihindari lagi.

2. Faktor ketersediaan :

Pilihan cara masuk pemasar dipengaruhi oleh struktur distribusi yang ada dan di pasar sasaran, serta juga oleh kompetensi dan tersedianya organisasi perantara pemasaran di dalam struktur tersebut. Tersedianya toko-toko distribusi yang diinginkan memacu manajemen komitmen jangka panjang dan strategi masuk berisiko tinggi. Jika jenis toko distribusi yang dikehendaki tidak tersedia di pasar sasaran, manajemen menghadapi keputusan apakah akan mengembangkannya atau tidak. Sebagai contoh, bila produk membutuhkan distribusi melalui pengecer khusus (misalnya, pengecer yang bisa memberikan servis dan reparasi) dan tidak ada jenis tersebut yang tersedia, maka manajemen akan memikirkan alternatif lainnya. jika perantara pemasaran tidak ada, atau telah menangani produk kompetitor, pemasar mungkin harus menggunakan cara masuk yang lebih langsung dan di dalam pasar sasaran.

3. Faktor Kemampuan untuk dipakai :

Nilai, biaya dan kepuasan nilai adalah perkiraan pelanggan tentang kemampuan total suatu produk untuk memenuhi kebutuhannya Setiap produk memiliki kemampuan berbeda untuk memenuhi kebutuhan tersebut, tetapi pelanggan akan memilih produk mana yang akan memberi kepuasan total paling tinggi. Nilai setiap produk sebenarnya tergantung dari seberapa jauh produk tersebut dapat mendekati produk ideal, dalam ini termasuk harga. Kualitas Produk (Product Quality) adalah kemampuan suatu produk
untuk melaksanakan fungsinya meliputi, daya tahan keandalan, ketepatan  kemudahan operasi  dan perbaikan,  serta  atribut  bernilai lainnya.

Untuk  meningkatkan  kualitas  produk  perusahaan  dapat menerapkan  program ”Total  Quality  Manajemen (TQM)”.  Selain mengurangi kerusakan produk,  tujuan  pokok  kualitas  total  adalah untuk  meningkatkan  nilai  pelanggan.

4. Defisiensi Manfaat/Benefit

Dengan cara mengidentifikasi kebutuhan pasar, lalu mencoba menyesuaikan fitur produk atau jasa dengan kebutuhan konsumen tersebut.  Lalu memakai pendekatan “mengapa”  dan “sarana yang mana” untuk mengubah fitur menjadi benefit yang bisa memenuhi nilai-nilai dan kebutuhan konsumen. Jadi atribut atau fitur produk “menciptakan” benefit, lalu benefit mendukung terpenuhinya nilai dan kebutuhan konsumen. Pola urutan “fitur à benefit à nilai disebut sebagai “ladder” atau rantai sarana-tujuan. Teknik riset untuk meneliti kaitan antara fitur, benefit, dan nilai-nilai disebut “laddering

5. Faktor Kemampuan

Sebagai pemasar harus mempertimbangkan faktor kemampuan konsumen agar produk yang dijulanya laku keras. Taktik penetapan harga yaitu dengan menetapkan harga rendah pada harga tertentu saja untuk menarik para konsumen. Dengan melakukan obral dan diskon terhadap produk pada waktu-waktu tertentu. Serta merencanakan penurunan harga untuk beberapa jenis produk yang perputarannya lambat. Sehingga diharapkan dengan strategi tersebut, diharapkan keinginan dan kemampuan konsumen dapat terpenuhi tanpa mengenyampingkan profit yang akan dihasilkan.

5. Pertanyaan dari Nur Oktalia :

Apa saja yang dapat dilakukan untuk meningkatkan  benefit  emosional

Jawaban :

Diketahui bahwa benefit emosional adalah keunggulan produk dalam memenuhi kebutuhan emosional pelanggan yang terkait dengan kebutuhan psikologis, tipe-tipe kepribadian pelanggan dan nilai personal pelanggan.

Untuk itu dapat dikembangkan suatu pendekatan experience atau pengalaman terhadap pelanggan. Alasannya adalah, pemberian pengalaman yang menyenangkan akan menciptakan emotional benefit bagi konsumen yang dampaknya meningkatkan kepercayaan konsumen untuk memilih, menggunakan, dan pada akhirnya akan setia pada merek tersebut.

6. Pertanyaan dari Sonny Debbora :

Jelaskan maksud dari pernyataan “Tingkat Pertumbuhan pasar secara konkrit kurang sensitivitas terhadap kerja”

Jawaban :

Konsumen yang tidak sensitif pada kerja terjadi pada konsumen produk-produk yang berbasis teknologi. Mereka memiliki pengetahuan yang lebih , kurang bergantung kepada apa yang orang lain pikirkan, lebih memikirkan manfaat dan keuntungan yang dapat di peroleh dengan menggunakan produk tersebut.

7. Pertanyaan dari Sarifa Marwah :

Berikan contoh konkrit  tentang  konsumen awal!

Jawaban :

Contoh identifikasi konsumen awal untuk pasar:

Perusahaan dan pemasoknya, perantara pemasaran, pelanggan, pesaing, dan publik semuanya beroperasi dalam kekuatan dan tren lingkungan makro, yang semakin global dan membentuk peluang dan menghadirkan ancaman. Kekuatan ini mempresentasikan “hal-hal yang tidak dapat dikendalikan” yang harus diamati dan harus direspons oleh perusahaan.

Awal abad baru membawa sederet tantangan baru : penurunan tajam pasar saham, yang mempengaruhi tabungan, investasi, dan dana pensiun; meningkatnya tingkat pengangguran; skandal korporat dan tentu saja kebangkitan terorisme. Kejadian-kejadian dramatis ini disertai dengan berlanjutnya tren lama yang sudah sangat mempengaruhi lanskap global. Pada tahun 2005, ada semakin banyak transistor yang diproduksi (dan dengan biaya yang lebih rendah) dibandingkan butiran beras; pemirsa pembaca blog AS sudah mencapai 20% ukuran populasi pembaca surat kabar; dan konsumsi minyak dunia yang rakus diperkirakan akan meningkat 50% pada tahun 2030.

Dalam gambaran global yang berubah dengan cepat, perusahaan harus mengamati enam kekuatan utama; demografi, ekonomi, sosial-budaya, alam, teknologi dan politik-hukum. Kita akan menggambarkan kekuatan-kekuatan ini secara terpisah, tetapi pemasar harus memperhatikan interaksi mereka, karena hal ini akan menimbulkan peluang dan ancaman baru. Sebagai contoh, ledakan pertumbuhan populasi (demografi) menyebabkan lebih banyaknya banyak undang-undang (politik-hukum), yang merangsang solusi teknologi baru dan produk (teknologi) dimana jika produk itu terjangkau (ekonomi) dapat benar-benar mengubah sikap dan perilaku (sosial-budaya). Terobosan Pemasaran Google menggambarkan bagaimana perusahaan itu berhasil berkapitalisasi di lingkungan pemasaran yang baru.

 

Posted in Uncategorized | Comments Off on JAWABAN PERTANYAAN KELOMPOK 1-E39

CHOCOLATE WAR INSPIRED ME

Dari  ilustrasi “Chocolate Wars” dapat disimpulkan sebagai berikut :

Marketing Concept :

Mars dan Hershey telah membuktikan bahwa kesuksesan dilandasi oleh suatu kerja keras, kejelian untuk melihat suatu peluang, mengelola dan menempatkan bauran pemasaran secara tepat , melakukan inovasi produk, terus menerus melakukan perbaikan (continual improvement), menggunakan bauran promosi  (iklan) dalam membangun  komunikasi dengan pelanggan . Mars dan Hershey, memaksimalkan penggunaan saluran distribusi untuk memastikan produk sampai di tangan konsumen.

Inspiring statement and fact :

  • Statement dari  “Boyer Owner” : bahwa tetap masih ada peluang  dan pangsa  pasar yang masih tersisa di balik perseteruan dua raksasa market leader dalam industri chocolate  selama mau bekerja keras dan  jeli untuk melihatdan mengisi peluang yang ada.
  • Dalam menjalankan bisnis tidak melupakan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan. Bagaimana agar keberhasilan dan kesuksesan suatu bisnis dapat dinikmati oleh lingkungan dan banyak orang. Contoh : Hershey membangun sekolah untuk anak-anak yang tidak mampu dan tidak memiliki orang tua  agar dapat  bersekolah .

Kesimpulan :

Keputusan sosial yang diambil oleh Hershey dapat menjadi suatu  Social Investment  yang manfaatnya dapat diperoleh  pada saat yang tepat.

Posted in Uncategorized | Comments Off on CHOCOLATE WAR INSPIRED ME

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DISTRIBUSI

Dian Wahyuni K. Bali

Post Graduate student of MB-IPB Class of E39

Suatu perusahaan dikatakan berhasil di dalam marketing apabila perusahaan tersebut dapat memasarkan barang-barangnya secara luas dan merata dengan mendapatkan kuntungan yang maksimal.

Pada umumnya, kemacetan dalam mendistribusikan barang-barang dan jasa-jasa akan banyak menimbulkan kesulitan baik dipihak konsumen maupun produsen. Kesulitan yang akan terjadi di pihak produsen meliputi terganggunya penerimaan penjualan sehingga target penjualan yang telah di tentukan tidak dapat terpenuhi. Hal ini akan menyebabkan arus pendapatan yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk melangsungkan kontinuitasnya tidak dapat diharapkan. Sedangkan kesulitan yang akan timbul di pihak konsumen akan menyebabkan tendensi harga yang meningkat. Tendensi harga yang meningkat terjadi akibat berkurangnya barang yang ditawarkan di pasar.

 Pemilihan dan penentuan saluran distribusi bukan suatu hal yang mudah karena kesalahan dalam memilih saluran distribusi akan dapat menggagalkan tujuan perusahaan yang telah di tentukan. Pemilihan saluran distribusi yang salah dapat menimbulkan penghamburan biaya atau pemborosan. Oleh sebab itu masalah pemilihan saluran distribusi akan sangat penting artinya bagi perusahaan yang menginginkan perkembangan kegiatannya.

Masalah pemilihan ini sangat penting sebab kesalahan dalam pemilihan saluran yang dipergunakan dapat memperlambat atau menghambat usaha penyaluran barang atau jasa yang dihasilkan telah sesuai dengan selera konsumen, tetapi jika saluran distribusi yang dipergunakan tidak mempunyai kemampuan, tidak mempunyai inisiatif dan kreatif serta kurang bertanggung jawab dalam menciptakan transaksi, maka usaha untuk penyaluran akan mengalami keterlambatan dan kemacetan.

Oleh karena pengaruhnya sangat besar terhadap kelancaran penjualan, maka masalah saluran distribusi ini harus benar-benar dipertimbangkan. Dalam hal ini perusahaan atau produsen harus memperhatikan faktor-faktor yang sangat mempengaruhi dalam pemilihan saluran distribusi. Bebrapa petunjuk dalam pemilihan saluran distribusi sebagai berikut:

a. Sifat Barang

Sifat barang itu sendiri dapat dipakai sebagai dasar pertimbangan untuk menetapkan seluruh distribusi yang harus ditempuh. Sifat barang ini dapat berupa cepat tidaknya barang tersebut mengalami kerusakan atau  yang dapat mempengaruhi turunnya nilai barang  berpengaruh dalam penentuan rantai distribusi.

b. Sifat Pembayarannya

Dalam pemasaran barang, ada barang-barang tertentu yang memerlukan penyebaran seluas-luasnya baik secara vertikal maupun horizontal. Biasanya barang-barang tersebut merupakan kebutuhan umum, harga perunit rendah serta pembelian dari setiap konsumen relatif kecil.

c. Biaya

Secara umum, mata rantai saluran distribusi yang terlalu panjang akan menimbulkan biaya yang lebih besar dan mendorong harga jual yang tinggi dan selanjutnya dapat menggangu kelancaran penjualan barang-barang tersebut. Hal ini dapat dimaklumi sebab setiap mata rantai menginginkan keuntungan yang layak sebagai imbalan dari kegiatan mereka.

Untuk menekan harga penjualan maka perusahaan harus rela untuk mendapatkan keuntungan yang tipis atau mengusahakan agar komisi dari mata rantai tersebut menjadi lebih kecil

d. Modal

Sifat suatu barang terutama barang-barang industri harus dapat mendorong agar barang tersebut dapat diterima oleh konsumen atau lembaga industri. Salah satu caranya adalah menjual barang-barang tersebut secara konsinyasi atau piutang dalam tempo tertentu. Hal ini memerlukan dana yang tidak kecil. Kalau kita menggunakan grosir atau agen mungkin masalah modal sebagaimana kalau kita menjual langsung kepada pengecer.

e. Tingkat Keuntungan

Persaingan yang makin tajam dapat mendorong penjualan menjadi rendah. Dalam keadaan demikian tingkat keuntungan dari perusahaan menjadi lebih rendah. Apabila perusahaan menggunakan mata rantai saluran distribusi yang sangat panjang, dapat menyebabkan harga ke konsumen menjadi lebih tinggi, dan ini menggangu penjualan barang tersebut. Perusahaan yang kebetulan tingkat keuntungannya lebih tinggi akan lebih loss dalam menentukan saluran distribusinya, sebab walaupun perusahaan menetapkan mata rantai saluran distribusi yang panjang, tetapi karena keuntungan masih cukup tinggi, maka harga sampai ke konsumen masih dapat bersaing.

Pendapat diatas menekankan perlunya suatu analisis atas faktor-faktor yang menyangkut masalah fungsi-fungsi marketing, jenis-jenis barang serta keinginan konsumen, kemudian baru dapat menentukan pilihannya terhadap saluran distribusi yang dianggap tepat.

 Faktor-faktor tersebut antara lain:

1. Pertimbangan pasar

a. Konsumen atau pasar industri

b. Jumlah pembeli potensial

c. Pasar secara geografis

d. Jumlah pesanan

2. Pertimbangan produk

a. Nilai unit

b. Besar dan berat

c. Mudah rusak

d. Sifat tehnis

e. Produk standard dan pesanan

f. Luasnya produk line

3. Pertimbangan perusahaan

a. Sumber pembelanjaan

b. Pengalaman dan kemampuan manajemen

c. Pengawasan saluran

d. Pelayanan yang diberikan oleh perantara

4. Pertimbangan perantara

a. Pelayanan yang diberikan oleh perantara

b. Sikap perantara terhadap kebijaksanaan produsen

c. Volume penjualan

d. Ongkos

Posted in Uncategorized | Comments Off on FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DISTRIBUSI

DIFERENSIASI PRODUK

Dian Wahyuni K. Bali / P056110382.39e

Graduate student of MB-IPB Class of E39

Based on Sumarwan, U., Achmad Fachrodji., Adman Nursal., Arissetyanto Nugroho., Erry Ricardo Nurzal., Ign Anung Setiadi., Suharyono., Zeffry Alamsyah. 2010. Pemasaran Strategik: Persfektif Value-Based Marketing dan Pengukuran Kinerja.(Strategic Marketing: Value Based and Performance Measurement Perspectives) Bogor, IPB Press.

DIFERENSIASI PRODUK

Memasarkan produk di tengah persaingan pasar yang kian tinggi, tentu bukan perkara mudah bagi sebagian besar pelaku usaha. Dibutuhkan  strategi pemasaran yang tepat, agar produk yang ditawarkannya tidak tenggelam di tengah persaingan pasar yang setiap harinya menunjukan peningkatan cukup tajam.

Pada dasarnya diferensiasi adalah tindakan merancang satu set perbedaaan yang berarti untuk membedakan penawaran perusahaan dari penawaran pesaing (Kotler, 1997).

Salah satu diferensiasi dapat dilakukan pada diferensiasi produk.

 Diferensiasi Produk adalah kegiatan memodifikasi produk agar lebih menarik dilakukan dengan cara mengubah karakter produk. Diferensiasi dapat membantu perusahaan untuk memperoleh keuntungan dengan memiliki keunggulan diferensiasi.

Keunggulan diferensiasi adalah perbedaan nilai yang dipersepsikan pelanggan sehingga mempunyai preferensi terhadap perusahaan tertentu di banding perusahaan lainnya. Dalam menciptakan keunggulan diferensiasi , perusahaan tidak hanya fokus pada menemukan kebutuhan pelanggan akan tetapi juga harus mampu bersaing dengan perusahaan dengan perusahaan lain agar nilai yang di tawarkan dapat lebih unggul atau superior.

Terdapat dua strategi umum untuk memperoleh keunggulan diferensiasi, yaitu :

  • Strategi Penawaran Lebih (Offering More)
  • Strategi Keunggulan Operasional Yang Menawarkan Keunggulan Biaya Total (Lower Total Cost )

Strategi penawaran lebih merefleksikan bahwa sebagian pelanggan tertarik pada perusahaan yang menawarkan solusi terbaik dan cenderung mendatangkan biaya lebih untuk mendapatkannya. Terdapat 4 (Empat) strategi positioning pada dimensi ini, yaitu :

  • Product Leadership (Kepemimpinan Produk)

Dalam strategi ini, perusahaan berinvestasi besar dalam riset dan pengembangan dan membangun kultur organisasi yang fokus pada kreativitas serta inovasi. Keunggulan finansial dari kepemimpinan produk adalah peluang untuk mencapai pertumbuhan yang cepat dan harga yang premium.

  • Service Leadership ( Kepemimpinan Layanan)

Perusahaan yang bersaing dengan cara ini perlu mengidentifikasi tipe-tipe pelanggan yang akan membayar lebih untu memperoleh pelayanan yang lebih dari perusahaan.

  • Customer Intimacy (Kedekatan Pelanggan)

Strategi ini melibatkan komunikasi  dengan pelanggan secara individual untuk memahami kebutuhan mereka yang secara langsung meningkatkan kinerja dan pengalaman mereka.

  • Brand Leadership (Kepemimpinan Merek)

Pada strategi ini perusahaan memberikan keyakinan kepada pelanggan untuk mempercayai produk tersebut. Merek mengurangi resiko personal, sosial dan ekonomi untuk membuat keputusan. Bagi perusahaan , keunggulan merek adalah kemudahan.

Sedangkan pada  Biaya Total Yang Lebih Rendah (Lower Total Cost), dimensi yang lebih dikenal adalah pemberian jaminan secara konsiten kepada pelanggan dengan harga yang lebih rendah, daya tahan dan biaya operasional produk yang lebih rendah. Keunggulan biaya total juga dapat diciptakan dengan penekanan pada aspek kenyamanan.

Terdapat  beberapa kriteria keunggulan diferensiasi  atau propisisi nilai yang unggul :

  • Customer Benefit ( Manfaat pelanggan)
  • Keunikan
  • Profitable (Keuntungan
  • Suistainable (keberlanjutan)
Posted in Uncategorized | Comments Off on DIFERENSIASI PRODUK

Tugas SIM : Instant Competitive Advantage : Google Pulls Ahead in Worldwide Search Strategy

Tugas Individu Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen (SIM)
Nama : Dian Wahyuni K. Bali
NIM : P056110382.39E
Dosen: Dr. Ir Arief Imam Suroso, MSc

CASE  : Instant Competitive Advantage : Google Pull Ahead in Worlwide Search Strategy

Pertanyaan 1 :
Dengan mengubah dan memperbaiki cara query pencarian, Google mencoba untuk mengubah cara pandang dunia memandang Google sebagai mesin pencari pilihan mereka.
Menurut anda mengapa hal tersebut penting ? Berikan beberapa contoh sebagai bukti bahwa Google dapat memperkuat dan meningkatkan loyalitas pelanggan lebih baik ke google.

Jawaban :
Dalam era persaingan yang kompetitif, pihak Google harus  siap sedia dalam menghadapi kondisi persaingan tersebut. Untuk itu pihak Google perlu mengadakan suatu upaya peningkatan yang terus menerus dalam kualitas produk yang ditawarkan. Seperti yang diketahui dalam Case di atas, salah satu produk yang menjadi unggulan Google adalah sebagai “Mesin Pencari” atau “Searcher”. Pihak Google harus terus melakukan proses Research and Development untuk mendapatkan dan memperoleh produk yang lebih unggul dalam kualitas, pelayanan dan teknologi dari pada produk yang dihasilkan oleh pesaing. Hal tersebut menjadi penting karena dalam memasarkan suatu produk, produk yang ditawarkan harus memiliki nilai tambah yang positif  untuk pelanggan dan memiliki keunggulan sebagai “unique product”. Contohnya adalah Google menawarkan Google Instant yang memiliki suatu diferensiasi yaitu “Search before you type “  diganti menjadi “ Search as you type”. Dimana dalam proses pencarian dapat menghemat  waktu dan dapat membantu pelanggan memperoleh lebih banyak informasi  yang dibutuhkan.

Pertanyaan 2 :
Hadley Reynolds of IDC mengatakan bahwa Google Instant sebagai “ dramatic break” dari pengalaman mesin pencarian tradisional. Mengapa dia berkata seperti itu ? Apakah pengguna/pelanggan sangat menginginkan “old experience” kembali ?

Jawaban :
Konsep  “dramatic break” yang disebutkan diatas adalah suatu pergerakan atau perpindahan konsep dari konsep tradisional menuju konsep dinamisasi. Google melakukan  suatu transformasi  proses yaitu dengan mengurangi proses memasukan data, memetakan hasil pencarian, pengecekan hasil pencarian, dan pengulangan proses tersebut.  Di mana tahapan proses tersebut sangat membuang waktu dan tidak efektif. Dengan Google Instant, proses pencarian menjadi lebih mudah , lebih hemat waktu dan menyenangkan.

Pertanyaan 3 :
Apakah anda setuju dengan pernyataan Marisa Mayer bahwa sedikit efisiensi dalam Google Instant dalam pencarian akan memberikan dan meningkatkan promosi dan menjadi perhatian (notifikasi) yang baik bagi komunitas pencarian. Apakah hal tersebut dapat mempengaruhi anda untuk tetap menggunakan google sebagai mesin pencari atau berubah dari google.

Jawaban :
Setuju, dikarenakan dengan efisiensi proses pencarian dan keunikan “ search before you type” membuat Google Instant berbeda dengan produk –produk “pencarian atau searcher” lainnya sehingga hal tersebut dapat menjadi suatu promosi tersendiri buat Google Instant dan dapat menarik perhatian dari para komunitas pengguna pelayanan “search engine”. Keunikan tersebut dapat mempengaruhi keputusan saya sebagai pengguna produk tersebut.

Posted in Uncategorized | Comments Off on Tugas SIM : Instant Competitive Advantage : Google Pulls Ahead in Worldwide Search Strategy

Hello world!

Welcome to Blog Mahasiswa MB IPB. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging! Url your blog Blog Mahasiswa MB IPB

Posted in Uncategorized | 1 Comment